Tugas Pengelola Program TB Paru

Pengelola Program TB Paru atau yang biasa disebut Wakil Supervisor dan disingkat menjadi Wasor TB mempunyai beberapa tugas yang harus dikerjakan. Tidak hanya sebagai collecting data tetapi harus mampu membuat analisa data sehingga Program Pemberantasan Penyakit TB di Kabupaten atau Kota dan Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Adapun Tugas yang harus dikerjakan sebagai berikut:

1. Menentukan target penderita TB BTA Positif Baru.
2. Mendistribusikan target penderita TB BTA positif Baru ke Puskesmas.
3. Entry data TB tentang Penemuan Kasus di puskesmas, rumah sakit dan lapas setiap bulan.
4. Entry data TB tentang Hasil Pemeriksaan Bulan kedua (Data 3 bulan yang lalu) di puskesmas, rumah sakit dan lapas setiap bulan.
5. Entry data TB tentang Hasil Akhir Pengobatan (Data 12 bulan yang lalu) di puskesmas, rumah sakit dan lapas setiap bulan.
6. Bila Point 3, 4, 5 terdapat kekurangan data maka harus klarifikasi ke fasyankes melalui SMS atau telepon.
7. Menggabungkan data TB untuk 1 tahun (4 triwulan)
8. Upload Laporan TB ke SITT (Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu) per triwulan.
9. Memilah data TB kiriman dari Dokter Praktek Swasta.
10. Menganalisa Penemuan, Konversi dan Kesembuhan per triwulan.
11. Memberikan umpan balik hasil Penemuan, Konversi dan Kesembuhan per triwulan ke Fasyankes.
12. Entry Data Kolaborasi TB HIV per triwulan.
13. Melakukan analisa data Kolaborasi TB HIV.
14. Bila terdapat data Kolaborasi TB HIV yang tidak benar, maka harus segera klarifikasi ke Fasyankes.
15. Identifikasi suspek TB MDR dari laporan TB.
16. Mendistribusikan suspek TB MDR ke masing-masing puskesmas, rumah sakit dan lapas.
17. Menata slide cross check dari puskesmas dan rumah sakit.
18. Entry Data Slide Pemeriksaan Suspek TB dari puskesmas dan rumah sakit setiap bulan.
19. Entry data cross check dan mencetak printout.
20. Mengirim slide cross check ke RSSA (RUS I).
21. Mengirim slide cross check dari RSSA (RUS I) ke BBLK Surabaya.
22. Menerima hasil cross check dari RSSA dan melakukan analisa.
23. Menerima hasil cross check dari BBLK dan melakukan analisa.
24. Memberikan umpan balik hasil cross check per triwulan ke Fasyankes.
25. Menggabungkan data cross check untuk 1 tahun (4 triwulan).
26. Mengambil Logistik TB ke Dinkes Propinsi di Surabaya.
27. Mengambil Obat Anti Tuberkulosis ke Dinkes Propinsi di Surabaya dan mengantarkan OAT ke Instalasi Farmasi.
28. Melayani permintaan ATK atau Logistik lainnya yang diminta oleh fasyankes.
29. Membuat perencanaan kebutuhan Logistik TB setiap tahun yang meliputi :
– TB01
– TB02
– TB03 UPK
– TB04
– TB05
– TB06
– TB09
– TB10
– TB12
– HDL 1
– HDL 2
– HDL 3
– HDL 4
– Form Rujukan Suspek MDR
– Buku Bantu Rujukan Suspek MDR
– Form Kolaborasi TB HIV
30. Membuat perencanaan pengadaan OAT.
31. Membuat perencanaan pengadaan keperluan laboratorium untuk pemeriksaan TB (ZN, Sputum Pot)
32. Membuat design Leaflet atau Poster.
33. Menyiapkan pertemuan TB (7-8 kali setiap tahun) :
– Membuat dan mengedarkan undangan
– Membuat absensi, tanda terima
– Menyiapkan keperluan untuk pertemuan (laptop, LCD)
– Membuat materi presentasi.
– Melengkapi Pertanggungjawaban kegiatan pertemuan
34. Meneruskan informasi dari RSSA tentang suspek TB MDR yang positif ke fasyankes (baik fasyankes di kota Malang atau wilayah regional 2 TB MDR).
35. Meneruskan informasi dari RSSA bahwa pasien TB MDR siap dimulai pengobatan dan harus dilengkapi dengan mengisi form kunjungan rumah pasien TB MDR (baik fasyankes di kota Malang atau wilayah regional 2 TB MDR).
36. Menerima informasi pasien mangkir dari rumah sakit se Kota Malang atau dari Kab/Kota se Jawa Timur.
37. Menganalisa dan mengelompokkan informasi pasien mangkir.
38. Meneruskan informasi pasien mangkir ke puskesmas sesuai tempat tinggal pasien.
39. Menerima hasil pelacakan pasien mangkir dari puskesmas.
40. Meneruskan informasi pasien mangkir ke rumah sakit atau kab/kota lain.
41. Melakukan supervisi ke 15 puskesmas, 7 rumah sakit dan 2 lapas.
42. Mendampingi kunjungan Tim TB dari Propinsi dan Kemenkes.
43. Mendampingi dan menyiapkan materi presentasi bila ada kunjungan untuk Program TB.
44. Menghadiri Validasi data TB di tingkat Propinsi.
45. Menghitung sisa stok logistic TB di akhir tahun.
46. Menyiapkan data TB untuk Bagian Sungram atau bagian lain.
47. Menyiapkan Data TB untuk mahasiswa.
48. Menyiapkan Data TB untuk Kepala Bidang P2PL.
49. Mengingatkan fasyankes (15 puskesmas, 7 rumah sakit dan 2 lapas) untuk mengirim laporan SMS tentang penemuan Pasien TB BTA Positif Baru/Sembuh/Pengobatan Lengkap.
50. Mengingatkan fasyankes (15 puskesmas, 7 rumah sakit dan 2 lapas) untuk mengirim TB10 bila ada pasien pindahan dari luar kota/kabupaten.
51. Meneruskan TB10 ke dinas kesehatan propinsi bila ada pasien pindahan dari luar propinsi.
52. Menanyakan hasil pengobatan pasien yang pindah keluar daerah melalui dinas kesehatan propinsi. Jawaban akan diteruskan ke fasyankes.
53. Mengirim laporan SMS tentang penemuan kasus TB BTA Positif Baru dan hasil pengobatan setiap bulan ke propinsi.
54. Menyiapkan data TB untuk keperluan P2Kapus.

Semoga Bermanfaat.

3 thoughts on “Tugas Pengelola Program TB Paru

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s