TB Resisten Terhadap Pengobatan Lini Pertama

Penyakit Tuberkulosis yang tidak tertangani dengan tepat dan adequat dapat menyebabkan terjadinya kekebalan terhadap kuman Tuberkulosis. Strategi DOTS yang telah dicanangkan oleh pemerintah dengan 5 komponennya harus benar-benar diterapkan agar penatalaksanaan program TB dapat tercapai dan ancaman terjadinya kekebalan obat dapat diminimalkan.

TB yang kebal obat atau kita kenal dengan sebutan MDR (Multiple Drug Resisten) dengan nama program PMDT (Programmatic Management of Drug Resisten TB) atau MTTRO (Managemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat) dan mungkin akan berubah lagi………. adalah penyakit Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh kuman Tuberkulosis yang telah resisten (kebal) terhadap 2 jenis OAT (Obat Anti TB) Lini Pertama yaitu INH dan Rifampisin.

Penanganan TB kebat obat (MDR) sangat sulit dan dibutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan penanganan TB Biasa. Bila TB Biasa dibutuhkan waktu antara 6-9 bulan pengobatan, TB MDR membutuhkan waktu pengobatan antara 19-24 bulan.

Penyebab Terjadinya Resistensi OAT

Penyebab Utama terjadinya resistensi kuman terhadap OAT adalah dari ulah kita sendiri yaitu penatalaksanaan TB yang tidak adequat, dapat dilihat dari :

1. Petugas Kesehatan, yaitu karena :

    • Diagnosis tidak tepat
    • Pengobatan tidak menggunakan paduan yang tepat
    • Dosis, jenis, jumlah obat dan jangka waktu pengobatan tidak adequat
    • Penyuluhan yang tidak adequat

2. Pasien

    • Tidak mematuhi anjuran dokter atau petugas kesehatan
    • Tidak teratur menelan paduan OAT
    • Menghentikan pengobatan karena merasa sudah sembuh

Identifikasi Suspek TB MDR

Suspek TB MDR adalah semua orang yang mempunyai Gejala TB dan memenuhi salah satu kriteria dibawah ini:

  1. Pasien TB kronik.
  2. Pasien TB pengobatan kategori 2 yang tidak konversi setelah 3 bulan pengobatan.
  3. Pasien TB yang mempunyai riwayat pengobatan TB yang tidak standar serta menggunakan kuinolon dan obat injeksi lini kedua minimal selama 1 bulan.
  4. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang gagal.
  5. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang tetap positif setelah 3 bulan pengobatan.
  6. Pasien TB kasus kambuh (relaps), kategori 1 dan kategori 2.
  7. Pasien TB yang kembali setelah loss to follow-up (lalai berobat/default).
  8. Suspek TB yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien TB MDR.
  9. Pasien koinfeksi TB-HIV yang tidak respon terhadap pemberian OAT

Download Kriteria Suspek MDR UPDATE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s